PT KPC Buka Batch 4 Program Magang Welder, 85 Persen Alumni Terserap Industri
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) kembali menggelar Opening Ceremony Apprentice Welding Development Program Batch 4 Tahun 2025 di Wisma Prima Swarga Bara J23, Kamis (26/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjawab kebutuhan tenaga kerja bersertifikasi las di industri pertambangan, khususnya di Kutai Timur.
Supt Community Health & Education PT KPC, Febriana Kurniasari, menjelaskan program ini lahir dari persoalan riil di lapangan, yakni minimnya tenaga welder dengan sertifikasi yang sesuai kebutuhan industri tambang.
“PT KPC melihat kurangnya serapan tenaga kerja, khususnya di bidang welder di industri pertambangan, sehingga kami menghadirkan sertifikasi FCAW tadi, karena selama ini yang ada lulusan SMAW, sedangkan yang digunakan PT KPC dan kontraktornya FCAW,” terang Febri.
“Oleh sebab itu, PT KPC memberikan bantuan peralatan Rp 249 juta dan Rp 33 juta tadi, serta kita training trainer di BLKI agar mereka memiliki kompetensi FCAW. Akhirnya terjawab, setelah mereka melakukan pembekalan di BLKI dan OJT di PT KPC, ternyata langsung bisa diserap industri tenaga kerja,” ujar Febriana.
Dia memaparkan, sejak dimulai pada 2022, program ini telah berjalan empat angkatan dengan total 60 peserta. Hasilnya, lulusan tiga batch pertama menunjukkan tingkat serapan kerja yang tinggi.
“Program ini sudah berlangsung dari tahun 2022 hingga saat ini, sebanyak empat batch dengan total peserta 60. Batch 1-3 yang sudah lulus, 85 persennya sudah bekerja. Selebihnya masih sementara proses rekrutmen,” jelasnya.
Pelaksanaan program ini tidak berdiri sendiri. PT KPC berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur serta sejumlah perusahaan kontraktor yang menjadi pengguna tenaga kerja.
Pola kemitraan ini dinilai efektif karena peserta tidak hanya dibekali pelatihan di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI), tetapi juga menjalani on the job training (OJT) langsung di lingkungan kerja PT KPC.
Meski demikian, Febriana mengakui tantangan terbesar bukan pada fasilitas atau kurikulum, melainkan pada pembentukan karakter peserta.
“Anak-anak tidak hanya dibekali materi tapi di treat sebagai karyawan. Jadi mereka harus dibekali safety, motivasi kerja, jadi mereka harus diubah mindsetnya, mereka bukan lagi siswa tapi pekerja. Itu yang menantang,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager External Affairs & Sustainable Development (ESD) PT KPC, Wawan Setiawan, menyampaikan berbagai program pengembangan kompetensi yang dijalankan KPC bukanlah hal baru. Sebelumnya, perusahaan juga telah membuka peluang bagi operator dan mekanik alat berat yang jumlahnya kini mencapai ratusan orang terserap kerja.
Dia menegaskan, secara prinsip KPC berkomitmen memastikan keberadaannya di Kutai Timur membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Secara prinsip PT KPC berkomitmen untuk terus memastikan keberadaan harus memberikan manfaat. Manfaat salah satunya adalah bagaimana memberikan pelatihan sehingga teman-teman warga lokal bisa bersaing dengan teman-teman yang lain yang datang dari seluruh Indonesia,” ujar Wawan
Dalam Batch 4 ini, terdapat 16 peserta yang dinyatakan lolos dan mengikuti program. Wawan menyebut mereka adalah orang-orang terpilih yang telah melalui sistem rekrutmen ketat sesuai prosedur perusahaan.
“Saya berharap teman-teman yang 16 juga nanti bisa memberikan hal baik ke masyarakat bahwa apa yang kita lakukan, apa yang bapak teman-teman rasakan itu sebetulnya bagian dari perjalanan hidup yang kita akan lakukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Bagaimanapun kalau teman-teman nanti bekerja itu bermanfaat bagi dirinya tapi sebetulnya pemasukan negara juga dibangun segelintir dari 16 orang kepada pemerintah Indonesia, kepada provinsi dan pada Kabupaten Kutai Timur,” tegasnya.
Menurutnya, sistem rekrutmen di PT KPC dijalankan dengan prosedur ketat untuk memastikan transparansi dan kualitas peserta. Selain itu, perusahaan juga menjamin adanya pelatihan berkelanjutan sebelum peserta benar-benar terjun ke dunia kerja.
Wawan juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten.
“Saya yakin BLKI sekarang juga siap dengan pelatihan-pelatihan yang seperti apa yang kita inginkan di dunia kerja, serta kemajuan yang kita harapkan terus kita perjuangkan bersama. Saya harap PT KPC dan pemerintah siap bekerja sama,” pungkasnya.
Melalui Batch 4 ini, PT KPC berharap semakin banyak tenaga kerja lokal Kutai Timur yang memiliki kompetensi FCAW dan mampu bersaing di industri pertambangan, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia di sekitar wilayah operasionalnya. (*)



Tinggalkan Balasan