Perjuangan Tiga Klub Kaltim: Borneo FC Masih Bertaji, Persiba dan Persikutim Terjun Bebas
SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID — Sepak bola Kalimantan Timur musim 2025/2026 menghadirkan ironi yang tajam. Di saat Borneo FC Samarinda masih mampu bersaing di papan atas BRI Super League, dua klub lainnya: Persiba Balikpapan dan Persikutim Kutai Timur, justru terpuruk di level kompetisi yang lebih rendah.
Perbedaan arah ini tidak terjadi secara kebetulan. Ia mencerminkan kesenjangan dalam manajemen, stabilitas tim, dan kesiapan klub menghadapi tuntutan kompetisi profesional.
Borneo FC: Tetap Kompetitif Meski Gagal Tutup Putaran Pertama di Puncak
Borneo FC memang gagal mempertahankan posisi puncak klasemen hingga akhir putaran pertama Super League. Kekalahan di pekan ke-17 membuat Pesut Etam harus rela turun dari singgasana paruh musim.
Namun secara substansi, Borneo FC tetap menjadi klub paling stabil dari Kaltim. Konsistensi hasil, kedalaman skuad, dan struktur permainan masih menempatkan mereka sebagai penantang serius gelar juara. Bahkan ketika kalah, Borneo FC tidak tampak kehilangan identitas permainan.
Catatan pentingnya adalah fase akhir putaran pertama—di mana rotasi pemain, manajemen fisik, dan ketajaman lini depan mulai diuji. Jika evaluasi ini tepat sasaran, Borneo FC masih sangat relevan dalam perebutan gelar di putaran kedua.
Klasemen Sementara BRI Super League
1. Persib Bandung: 38
2. Borneo FC: 37
3. Persija Jakarta: 35
4. Malut United: 34
5. Persita: 31
Persiba Balikpapan: Terjebak di Spiral Negatif Liga 2
Nasib Persiba Balikpapan yang bermain di Grup B di Liga 2 Championship kian mengkhawatirkan. Tim berjuluk Beruang Madu itu belum menunjukkan tanda kebangkitan dan terus terseret ke papan bawah.
Permasalahan Persiba bukan semata hasil di lapangan. Transisi manajemen, kualitas rekrutmen pemain, dan minimnya daya gedor membuat tim ini kesulitan bersaing. Tekanan psikologis akibat hasil buruk beruntun juga memperparah situasi.
Tanpa perubahan signifikan—baik di aspek teknis maupun non-teknis—Persiba berpotensi mengalami stagnasi jangka panjang, bahkan terancam terdegradasi ke Liga 3.
Situasi ini membuat Manajemen Persiba mengambil langkah taktis dengan memecat Kepala Pelatih Mohammad Nasuha.
Klasemen Grup B Liga Championship (Liga 2)
1. Barito Putera: 35
2. PSS: 33
3. Persipura Jayapura: 32
4. Tornado FC: 26
5. Persela Lamongan: 25
6. Deltras: 24
7. Persiba Balikpapan: 11
8. Persiku: 11
9. PSIS: 8
10. Persipal: 6
Persikutim: Tanpa Kemenangan, Bayang-bayang Liga 4 Menguat
Situasi paling berat dialami Persikutim Kutai Timur di Liga 3 Nusantara. Hingga kompetisi berjalan, Persikutim belum sekali pun merasakan kemenangan di Grup C kasta bawah ini.
Masalahnya bersifat struktural: keterbatasan finansial, pengalaman pemain yang minim, serta kurangnya jam terbang menghadapi tekanan kompetisi nasional. Di banyak laga, Persikutim tampak kalah sebelum pertandingan benar-benar berkembang.
Ancaman degradasi ke Liga 4 kini bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan skenario paling realistis jika tidak ada intervensi cepat dari manajemen dan pemangku kepentingan daerah karena itu, jelang Semifinal Liga 3 Nusantara, Manajemen Klub memecat Purwanto Suwondo dari jabatan pelatih kepala dan menunjuk Syafril Usman sebagai nahkoda baru di tengah tekanan Liga Nusantara (Liga 3) 2025/2026. .
Klasemen Sementara Grup C Liga Nusantara 2025/2026
1. RANS Nusantara FC – 17 poin
2. Persika Karanganyar – 17 poin
3. Persibo Bojonegoro – 15 poin
4. Sang Maestro FC – 12 poin
5. Persikutim United – 3 poin



Tinggalkan Balasan