Kemitraan Polisi dan 5 Perusahaan di Kutim Hasilkan 10 Ton Jagung ke Bulog
KUTIM, INDEKSMEDIA.ID – Program ketahanan pangan melalui kemitraan kepolisian dan perusahaan perkebunan di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai membuahkan hasil.
Sebanyak 9.998 kilogram atau hampir 10 ton jagung pipil hasil panen kemitraan PT DSN Group disalurkan ke Gudang Bulog Samarinda, Jumat (2/10/2026).
Pengiriman jagung tersebut dilakukan menggunakan satu unit truk Hino 500 bernomor polisi R 8064 OD menuju Gudang Bulog di Kompleks Pergudangan Karang Asam Ulu II, Samarinda, dengan pendampingan personel Polsek Muara Wahau.
Kapolsek Muara Wahau, IPDA Sapril, mengatakan penyaluran tersebut merupakan wujud pemanfaatan lahan perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan sektor swasta.
“Kami terus mendukung program ketahanan pangan melalui kemitraan dengan perusahaan. Hasil panen ini merupakan bentuk nyata kerja sama yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan,” ujar Sapril.
Total jagung yang disalurkan berasal dari lima perusahaan yang terlibat dalam program kemitraan PT DSN Group. Empat perusahaan bermitra dengan Polsek Muara Wahau, sedangkan satu perusahaan lainnya bermitra dengan Polsek Kongbeng.
Rinciannya, PT Swakarsa Sinar Sentosa, PT Dharma Agrotama Nusantara, PT Dharma Intisawit Nugraha, dan PT Dewata Sawit Nusantara masing-masing menyumbang 2.000 kilogram. Sementara itu, PT Karya Prima Agro Sejahtera menyumbang 1.998 kilogram. Dengan demikian, total jagung yang dikirim mencapai 9.998 kilogram.
Program memanfaatkan lahan seluas sekitar lima hektare, dengan masing-masing perusahaan mengelola satu hektare. Penanaman oleh empat perusahaan mitra Polsek Muara Wahau dilakukan pada 29 Maret 2026, sedangkan lahan kemitraan Polsek Kongbeng ditanami pada 10 Juli 2026.
IPDA Sapril menegaskan, keterlibatan kepolisian tidak hanya pada tahap penanaman, tetapi juga mencakup pendampingan hingga hasil panen siap disalurkan ke Bulog.
“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan proses mulai dari panen hingga pengiriman berjalan dengan baik. Kami berharap pola kemitraan seperti ini terus dikembangkan dan memberikan hasil berkelanjutan,” katanya.
Setibanya di Gudang Bulog Samarinda, jagung melalui tahapan pemeriksaan dokumen, pembongkaran, penimbangan, dan pengemasan ulang sebelum proses administrasi jual beli diselesaikan.
Pihak manajemen PT DSN Group juga menyerahkan dokumen kelengkapan, termasuk surat keterangan penanaman jagung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, jagung pipil tersebut memiliki kadar air rata-rata 10,6 persen dan dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram sesuai standar Bulog.
Proses jual beli kemudian dituntaskan melalui penandatanganan berita acara antara manajemen PT DSN Group dan pihak Gudang Bulog.
Menurut Sapril, terserapnya hasil panen ke Bulog menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program ketahanan pangan, karena produksi tidak hanya berhenti pada tahap panen, tetapi juga masuk ke rantai distribusi.
“Kami akan terus mendorong sinergi dengan perusahaan dan masyarakat agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya. (*)



Tinggalkan Balasan