Ekonomi Melambat, Wabup Kutim Paparkan Peran Paguyuban dalam Kepedulian Sosial
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, mengingatkan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dan paguyuban untuk ikut memperkuat kepedulian sosial di tengah kondisi ekonomi yang dinilai mulai melambat.
Pesan itu disampaikan Mahyunadi saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Besar Makassar (BPD-KKBM) Paraikatte Kutai Timur di Jalan Sulawesi, Desa Sangatta Utara, Jumat (6/3/2026).
Di hadapan tokoh masyarakat dan ratusan warga yang berasal dari 11 pilar kabupaten/kota dalam naungan KKBM se-Kutai Timur, mantan Ketua DPRD Kutim itu menilai kegiatan yang memadukan silaturahmi dan aksi sosial seperti ini sangat dibutuhkan, terutama saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
“Kami dari pemerintah sangat senang silaturahmi dilaksanakan oleh paguyuban-paguyuban. Inilah seyogyanya, paguyuban harus lebih banyak menjalin silaturahmi, apalagi dirangkai dengan kegiatan sosial berbagi di bulan suci Ramadhan,” ujar Mahyunadi.
Dia menilai organisasi masyarakat tidak cukup hanya menjaga solidaritas internal, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat luas, terutama mereka yang membutuhkan bantuan.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini turut dipengaruhi oleh kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang berpotensi berdampak pada kehidupan masyarakat.
“Walaupun ini hanya simbolis, karena berbagi itu bukan hanya di bulan suci Ramadan, tapi setiap hari kita harus berbagi kepada masyarakat dan saudara-saudara kita yang memang membutuhkan uluran tangan kita,” terangnya.
Lebih lanjut, dia mengingatkan perlambatan ekonomi bisa membuat kondisi masyarakat yang sebelumnya sudah kesulitan menjadi semakin berat. Karena itu, solidaritas sosial dari berbagai elemen masyarakat dinilai sangat penting.
“Apalagi sekarang pertumbuhan ekonomi agak mandek gara-gara adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, maka diakibatkan karena pertumbuhan ekonomi yang sedikit mandek itu pasti juga berdampak pada masyarakat-masyarakat kita yang memang selama ini sudah susah mungkin tambah susah lagi. Itulah tugas kita, kiranya bisa lebih peduli kepada saudara-saudara kita yang masih membutuhkannya,” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako serta santunan tunai kepada anak yatim.
Acara ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi warga perantauan asal Makassar yang tergabung dalam KKBM di Kutai Timur. (*)



Tinggalkan Balasan