Jejak Bumi Berdaya 2026: HIMAKSI Unmul Ajak Mahasiswa Pilah dan Daur Ulang Sampah
SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID — Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi (HIMAKSI) Universitas Mulawarman (Unmul) menggandeng Bank Sampah Faperta Unmul menggelar program Jejak Bumi Berdaya 2026 sebagai upaya mendorong kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah di Kota Samarinda.
Kegiatan melalui Divisi Social Sustainable HIMAKSI tersebut merupakan bagian dari program Caring.com dengan mengusung tema “From Trash to Cash”. Program dirancang tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah, tetapi juga mengajak peserta mengubah sampah bernilai jual menjadi sumber manfaat ekonomi.
Persoalan sampah menjadi tantangan lingkungan di Samarinda. Produksi sampah warga disebut mencapai sekitar 600–660 ton per hari. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda juga memproyeksikan timbulan sampah tahunan mencapai sekitar 253.385 ton, seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan.
Sektor rumah tangga menjadi salah satu penyumbang utama timbulan sampah, sementara sampah organik berupa sisa makanan disebut mendominasi komposisi sampah. Di sisi lain, sampah plastik juga menjadi persoalan karena berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Wakil Dekan III FISIP Unmul, Daryono, M.Si., Ph.D., mengatakan edukasi menjadi bagian penting untuk mendorong masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Pemilahan sampah ini sebenarnya mudah, tapi susah, maka kita perlu yang namanya edukasi. Oleh karenanya kegiatan kolaborasi antara HIMAKSI dan Bank Sampah Faperta Unmul ini sangat bermanfaat,” kata Daryono.

Menurut dia, mahasiswa dapat mengambil peran dengan menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus melihat potensi yang ada di dalam diri masing-masing.
Ketua Panitia Jejak Bumi Berdaya 2026, Nur Rahma Aidillah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pengelolaan sampah.
“Selain memberikan ruang untuk sosialisasi mengenai pemilahan sampah kepada peserta, kami juga langsung mengarahkan peserta untuk membuat buku tabungan bank sampah, yang kemudian kegiatan juga disambung dengan pembuatan kerajinan,” ujar Nur Rahma.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat edukasi mengenai konsep 3R dan 9R serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi juga menyoroti pola konsumsi seperti fast fashion dan penggunaan kertas sekali pakai, serta mendorong pemanfaatan kembali barang layak guna melalui preloved atau donasi.
Peserta kemudian diarahkan untuk mempraktikkan pemilahan sampah berdasarkan jenis material. Mereka juga dapat mendaftarkan dan membuka rekening tabungan Bank Sampah Faperta Unmul serta mengetahui jenis sampah yang memiliki nilai jual dan mekanisme penukarannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan praktik daur ulang limbah plastik menjadi gantungan kunci (keychain). Peserta bersama anggota HIMAKSI mendapat pendampingan dari tim Bank Sampah Faperta Unmul dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.
Melalui Jejak Bumi Berdaya 2026, HIMAKSI Unmul dan Bank Sampah Faperta Unmul berharap gerakan serupa dapat terus berkembang di kalangan mahasiswa dan mendorong kepedulian terhadap persoalan sampah mulai dari lingkungan terkecil.



Tinggalkan Balasan