Tingkat Kesadaran Masyarakat Soal Sampah Rendah, DLH Kutim Bakal Pasang Bak Amrol

Headline, Lingkungan, News13500 views

KUTIM, INDEKSMEDIA.ID – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur berencana bakal membuat bak amrol yang akan dipasang di dalam gang-gang di Kecamatan Sangatta Utara. Hal ini diungkapkan Kepala DLH Kutim, Armin Nazar kepada Indeksmedia saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pemasangan bak amrol ini agar masyarakat lebih dimudahkan dalam membuang sampah. Sebab, menurutnya, masih banyak warga Kutim yang masih memiliki kesadaran rendah mengenai sampah.

“Kesadaran masyarakat kita masih kurang, jadi saya mengusulkan tahun ini di Perubahan, kita membuat bak amrol. Itu akan kita pasang di dalam gang,” kata Armin Nazar kepada Indeksmedia.

“Supaya sampah-sampah masyarakat itu tidak keluar lagi di waktu pagi. Cukup dibuang di TPST yang akan kita buat di beberapa titik,” sambungnya.

Armin Nazar menjelaskan, tahun ini pihaknya akan mengadakan dua unit armada truk amrol. Tujuannya untuk mem-backup bak amrol yang dipasang di dalam gang.

“Sehingga sampah-sampah, itu tidak keluar lagi ke pinggir jalan, setelah batas waktu pengumpulan oleh armada kita,” tuturnya.

“Sesuai perda, jam buang sampah ada di jam 6 sore sampai 6 pagi. Setelah jam 6 pagi, tidak ada lagi sampah yang keluar. Makanya kami antisipasi dibeberapa titik kita mau pasang bak ambrol di dalam gang. Itu merupakan sarana prasarana yang urgent harus dikerjakan,” jelasnya.

Inovasi itu akan diterapkan di Kecamatan Sangatta Utara. Pasalnya, di Kecamatan itu dinilai perlu dilakukan hal tersebut.

Selain itu, dia juga mengungkapkan hampir di seluruh Kecamatan di Kutai Timur darurat sampah. Dia memberi contoh di Bengalon dan Kaliorang.

Untuk itu, mereka akan coba membangun TPA di Kecamatan Kaliorang, Muara Bengkal, dan Rantau Pulung.

“Untuk di Rantau Pulung, karena ada wacana TPA di Sangatta Utara akan kita dipindahkan kesana, tugasnya nanti untuk mengakomodir sampah dari Sangatta Utara ke Rantau Pulung. Jadi terpadu, rencana di kilometer 20 dan ini masih jadi wacana pembahasan kami dengan KPC,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, volume sampah perhari yang ada di Batuta, Sangatta Utara mencapai 75 ton. Untuk itulah dulu, DLH membangun TPST di belakang pasar untuk mengurangi beban TPA Batuta.

“Namun dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, ya sambil jalan aja,” tandasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *