Tiga Proyek Hilirisasi Menanti, Pemprov Kaltim Prioritaskan Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID – Masuknya tiga proyek hilirisasi nasional ke Kalimantan Timur tidak hanya dipandang sebagai lompatan investasi, tetapi juga menjadi ujian kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat setempat siap bersaing dan mengisi kebutuhan tenaga kerja sejak awal proyek berjalan.
Menurut Seno, pemerintah provinsi tidak ingin mengulang pola lama, di mana proyek besar hadir namun warga lokal hanya memperoleh porsi kecil dalam penyerapan tenaga kerja.
Karena itu, sejak tahap perencanaan, Pemprov Kaltim telah menyampaikan pesan tegas kepada Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar kebutuhan tenaga kerja disesuaikan dengan potensi SDM daerah.
“Kami tidak ingin warga Kaltim hanya menjadi penonton. Proyek sebesar ini harus membuka peluang kerja seluas-luasnya untuk masyarakat lokal,” ujar Seno.
Ia menekankan, keberpihakan kepada tenaga kerja lokal bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi komitmen teknis dalam setiap tahapan proyek.
Pemerintah daerah, kata dia, mendorong agar perekrutan tenaga kerja lokal bisa mencapai angka ideal.
“Secara realistis kami berharap minimal 80 persen tenaga kerja diambil dari masyarakat Kaltim. Kalau bisa lebih, tentu itu jauh lebih baik,” ungkapnya.
Salah satu proyek strategis tersebut berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK).
Kawasan ini dinilai siap dari sisi infrastruktur dasar, namun masih membutuhkan dukungan operasional pelabuhan agar aktivitas industri berjalan optimal.
“Pelabuhan ini harus segera berjalan. Kami sudah meminta Kementerian Perhubungan dan Pelindo untuk mempercepat prosesnya,” kata Seno.
Selain proyek oleofood di KEK Maloy, Kaltim juga terlibat dalam pengembangan industri dimethyl ether (DME) berbasis batu bara serta chlor alkali plant berbasis garam.
Total nilai investasi ketiga proyek tersebut mencapai sekitar Rp164 triliun dengan estimasi penyerapan puluhan ribu tenaga kerja.
Seno menilai, besarnya skala investasi harus diiringi dengan peningkatan kapasitas SDM lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ketiga proyek hilirisasi ini dijadwalkan memasuki tahap peletakan batu pertama sebelum Maret 2026 dan mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Kami memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan proyek ini,” tutupnya.



Tinggalkan Balasan