Target Masuk Tiga Besar Porprov Kaltim, Bupati Kutim Minta Fasilitas Olahraga Dimaksimalkan
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Bupati Kutai Timur (Kutim), H. Ardiansyah Sulaiman menghadiri pelantikan pengurus Perbakin Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masa bakti 2024-2028.
Kegiatan itu berlangsung di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Minggu (18/5/2025).
H. Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya pemerataan dukungan terhadap semua cabang olahraga, termasuk Perbakin.
Dia menyatakan sejak dirinya menjabat pada 2021, pembenahan infrastruktur olahraga telah menjadi prioritas Pemkab Kutim.
“Saat awal saya dilantik, saya melihat Stadion Kudungga dari sisi infrastruktur sudah siap, tapi tidak ada pembenahan maksimal. Saya langsung perintahkan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk melakukan perbaikan, dan Alhamdulillah sekarang pembenahan terus berjalan dan sudah terlihat hasilnya,” ujar Ardiansyah.
Bupati juga menekankan pentingnya regenerasi atlet, mengingat batasan usia maksimal 30 tahun pada ajang Porprov mendatang.

Dia berharap kehadiran atlet-atlet muda akan menjaga konsistensi prestasi Kutim di level provinsi maupun nasional.
“Prestasi yang sudah ada jangan sampai turun, justru harus meningkat. Saya targetkan Kutim bisa masuk tiga besar di Porprov berikutnya. Untuk itu, regenerasi atlet harus dipersiapkan sejak dini,” tegasnya.
Terkait fasilitas, Bupati meminta agar lapangan menembak segera diselesaikan dan difungsikan.
Dia juga menyinggung keberadaan GOR Kudungga dan lapangan panjat tebing yang menurutnya bisa ditingkatkan ke level nasional dan internasional.
“Kita punya GOR Kudungga, lapangan panjat tebing juga akan kita tingkatkan. Sangatta sudah punya infrastruktur olahraga yang cukup handal. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya secara maksimal,” terangnya.
Pada kesempatan itu, H. Ardiansyah Sulaiman juga menyerahkan medali dan hadiah bagi pemenang kompetisi menembak metal silhouette yang masih dalam rangkaian pelantikan Perbakin Kutai Timur.
Sementara itu, Ketua Perbakin Kutim, H. Mahyunadi, menyampaikan event di tingkat Kecamatan penting untuk menjaga gairah olahraga menembak.
“Perbakin itu jarang ditonton, tapi sering bawa pulang medali. Kita undang pelajar supaya mereka tertarik, bahkan ke depan kami dorong agar menembak masuk dalam ekstrakurikuler sekolah,” ucap Mahyunadi. (*)



Tinggalkan Balasan