INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)



Ketua DPRD Kutim Minta Mahasiswa Jaga Tradisi Kritis

Chaliq - 13000 views

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Pelantikan pengurus Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) Cabang Makassar tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga momentum kilas balik sejarah panjang perjuangan mahasiswa Kutim.

Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, yang hadir sebagai narasumber dialog publik, mengulas peran strategis Makassar sebagai titik awal lahirnya gerakan mahasiswa Kutim.

Di hadapan pengurus dan mahasiswa, Jimmi menuturkan embrio organisasi mahasiswa Kutai Timur justru berangkat dari Makassar, jauh sebelum Kabupaten Kutai Timur berdiri secara resmi.

“Bahwa sebenarnya sejarah berdirinya HIPMA-KT itu dimulai dari Makassar. Yang punya inisiasi itu memang mahasiswa dari Makassar, Bapak-bapak. Malah kita itu sudah berdiri tahun ’99, jauh sebelum satu tahun sebelum Kutim itu berdiri,” ungkap Jimmi.

Dia menjelaskan, sejak awal HIPMA-KT dibentuk dari semangat mahasiswa yang kritis di tengah masa transisi otonomi daerah. Menurutnya, dinamika pergerakan mahasiswa di Makassar turut membentuk karakter organisasi yang berani, vokal, dan memiliki kepedulian kuat terhadap daerah.

“Nah, kita melihat bahwa memang terbukti Sulawesi Selatan itu masih mewariskan nyali yang sudah putus tadi,” katanya.

Jimmi juga mengingatkan sejak berdirinya Kabupaten Kutai Timur, banyak kader HIPMA-KT yang kemudian mengambil peran penting di pemerintahan daerah. Dia menyebut sejumlah nama yang kini menempati posisi strategis, berawal dari proses panjang organisasi mahasiswa.

“Nah, sehingga diisikan beberapa pengurus-pengurus yang memang sekarang generasi-generasi kalian itu sudah menempati posisi jabatan-jabatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Politisi PKS itu mendorong mahasiswa agar tetap memelihara tradisi kritis sebagai kontrol sosial, namun tetap mengedepankan etika, silaturahmi, dan orientasi membangun daerah.

“Karena sifat kritis kita ini mahasiswa ini ini menjadi ee komidori untuk tetap, untuk tetap yang menang itu. Jadi jangan dipikir bahwa pemerintah itu ee juga berjalan sendiri kan,” ucapnya.

Dia menegaskan, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, tanpa melupakan tujuan utama menempuh pendidikan.

“Sehingga dalam proses berorganisasi ini juga diharapkan tidak mengganggu kegiatan pendidikan. Karena yang paling penting kalian pulang itu bawa ijazah. Ya, bawa ijazah, bawa pengalaman,” pesannya.

Jimmi mengajak seluruh pengurus HIPMA-KT untuk menjaga silaturahmi dengan pemerintah daerah dan para senior, serta memanfaatkan jaringan tersebut untuk membawa manfaat nyata bagi Kutai Timur.

“Silaturahmi ini adalah satu hal yang paling penting. Kalau uang itu untuk belakangan, yang penting itu silaturahmi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!