Kembangkan Nanas dan Pisang, Ini Alasan DTPHP Kutim Tak Prioritaskan Padi Sawah

Headline, News3200 views

KUTIM, INDEKSMEDIA.ID – Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kutai Timur (Kutim) menilai sulit bila mengembangkan padi sawah di Kutim. Hal itu diungkapkan Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum kepada Indeks Media beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, untuk pertanian padi sawah sangat sulit dikembangkan. Pasalnya luasan sawah di Kutai Timur hanya 2.613 hektare. Jauh berbeda dengan daerah lain yang telah mencapai 10 ribu hektare.

“Untuk padi sawah, persaingan dengan daerah lain, untuk jadi yang terdepan itu sulit. Karena luasan sawah Kutim hanya 2.613 hektare. Sementara daerah lain sudah di atas 10 ribu. Seperti Berau, Kukar, dan Paser. Sehingga kita untuk jadi yang terdepan bidang tanaman pangan padi sawah itu sulit,” kata Dyah Ratnaningrum.

Meski demikian, DTPHP tetap mencari komoditi yang dapat jadi unggulan di Kutim. Dua komoditi yang sangat menonjol adalah nanas dan pisang.

“Kami berpikir, pertanian Kutim itu harus ada sesuatu yang ditonjolkan. Pada saat orang luar masuk langsungnya tahu bahwa itu Kutai Timur. Disini, kita punya pisang sama nanas. Pisang dan nanas sangat serius untuk dikembangkan. Apalagi, pisang sudah diekspor ke beberapa negara,” kata Dyah Ratnaningrum.

Pada tahun lalu, Kutim mengeskpor 2.000 lebih ton pisang ke berbagai negara. Meski demikian, ternyata data BPS mengenai luasan perkebunan pisang di Kutim berbeda dengan yang dimiliki DTPHP.

Pada BPS luasan pisang mencapai 6.000 hektare. Sementara data yang dipegang DTPHP hanya 4.000 hektare lebih.

“Luasan pisang kita agak berbeda, dari data BPS dan dinas. Itu karena cara pengambilan data yang berbeda. Data BPS itu mencapai 6.000 hektare lebih. Sementara data Dinas pertanian hanya 4.000 lebih. Tapi untuk produksi sama, yakni 400 ribu ton lebih per tahun,” ujar Dyah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *