INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)



Berkunjung ke Samarinda, Sekjen PDI Perjuangan Kritik Program Makan Bergizi Gratis

admin - 2100 views
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. (Foto: Yah/Indeksmedia.id)

SAMARINDA,INDEKSMEDIA.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia membeberkan sejumlah risiko dalam pelaksanaan program MBG yang dinilai memerlukan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Hasto menegaskan PDIP akan tetap mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat, namun tidak segan bersikap kritis terhadap program pemerintah yang dinilai perlu evaluasi.

“Hal-hal yang pro rakyat tentu kami berikan dukungan. Namun terhadap kebijakan yang perlu dievaluasi, PDIP akan menyampaikan masukan secara kritis,” ujar Hasto di Samarinda, Selasa (3/2/2026).

Menurut Hasto, program MBG menggunakan dana publik yang bersumber dari pajak masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Dia menilai, sejumlah insiden keracunan makanan yang muncul belakangan menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera memperbaiki sistem pelaksanaan program.

“Program makan bergizi gratis ini menggunakan dana rakyat yang berasal dari pajak. Karena itu, tidak boleh ada penyimpangan sedikit pun,” terangnya.

Selain aspek kesehatan, Hasto juga menyinggung dampak kebijakan fiskal, khususnya terkait pemotongan Transfer ke Daerah (TKAD).

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak mengganggu kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan publik.

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI telah menyusun laporan kepada publik yang berisi sejumlah rekomendasi perbaikan program MBG.

Rekomendasi tersebut meliputi penguatan pengawasan terhadap mitra pelaksana, penerapan standar kebersihan, perbaikan sistem distribusi, serta pelibatan ahli gizi untuk menjamin kualitas makanan.

“Fungsi pengawasan harus ditingkatkan, mulai dari kebersihan, distribusi, hingga keterlibatan ahli gizi. Tujuannya agar makanan yang diterima masyarakat benar-benar bermanfaat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Hasto. (yah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!