Antisipasi Tabrakan Tongkang, Fender Baru Jembatan Mahakam Rp 27,2 M Dibangun
SAMARINDA,INDEKSMEDIA.ID – Proyek perbaikan dolphin dan fender Jembatan Mahakam resmi dimulai sebagai upaya memperkuat sistem pengaman pilar utama salah satu jembatan strategis di Kota Samarinda.
Pekerjaan ini dilakukan menyusul sejumlah insiden tabrakan tongkang di alur Sungai Mahakam yang sebelumnya merusak struktur fender lama.
Proyek perbaikan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp27.295.983.000. Pekerjaan dilaksanakan PT Mitra Tujuh Bersaudara (MTB) dengan kontraktor pelaksana PT Naviri Muti Konstruksi (NMK), sementara pengawasan dilakukan oleh konsultan PT AWEfendi Geostruk Indonesia.
Project Manager PT NMK, Dani Rosyandi, menjelaskan proyek kali ini difokuskan pada pembangunan satu unit fender baru dengan spesifikasi yang jauh lebih kuat dibandingkan fender sebelumnya.
“Dengan 12 tiang pancang yang ditanam 60 meter ke dasar sungai. Jadi nanti tiap pancang ada lima sambungan,” jelas Dani.
Dia menambahkan, desain fender baru dibuat lebih besar dan kokoh karena fender lama hanya menggunakan sekitar enam tiang pancang.
“Bentuk fender yang kami kerjakan ini bulat dengan diameter 8 meter. Sedangkan diameter fender yang lama sekitar 6 meter,” ujarnya.
Pekerjaan fender tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan.
Meski demikian, Dani mengakui bahwa tantangan utama bukan hanya pada aspek teknis konstruksi, tetapi juga pada kondisi alam Sungai Mahakam.
“Karena kalau air surut arus lebih deras. Dan di bawah itu masih ada bangkai fender lama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng, menyambut baik dimulainya pembangunan fender baru sebagai sistem pengaman utama Jembatan Mahakam.
“Kami sudah lihat langsung seperti apa pekerjaan dan juga kualitas material yang digunakan,” katanya.
Dia menegaskan KSOP bersama unsur terkait telah melakukan pengawasan sejak tahap awal pembangunan sebagai langkah pencegahan agar insiden tabrakan jembatan tidak kembali terjadi.
Capt. Ridha berharap proyek ini dapat meningkatkan keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam sekaligus menjaga keandalan infrastruktur Jembatan Mahakam sebagai jalur vital transportasi.
“Tentunya kita tidak menginginkan insiden serupa itu kembali terjadi,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan