Bocah Tujuh Tahun Hilang Terseret Arus Mahakam, SAR Pusatkan Pencarian di LKP
SAMARINDA,INDEKSMEDIA.ID – Operasi pencarian terhadap bocah berusia tujuh tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam dimulai. Korban diketahui bernama Azam Arahan (7), warga kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 9, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Laporan kejadian diterima Basarnas Pos SAR Samarinda, Senin (26/1/2026) sekira pukul 11.00 Wita. Tak lama setelah informasi masuk, tim rescue langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk memulai upaya pencarian.
Koordinator Basarnas Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi mengatakan operasi SAR dilaksanakan sesuai standar penanganan kondisi darurat di perairan.
“Kami menerima laporan satu kejadian membahayakan manusia terhadap satu orang anak atas nama Azam Arahan, usia 7 tahun,” kata Mardi.
Korban diketahui merupakan siswa kelas 1 sekolah dasar yang saat kejadian sedang bermain di sekitar bantaran sungai tidak jauh dari rumahnya.
Pada hari pertama, tim SAR memusatkan pencarian di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dengan melakukan penyelaman.
Jika kondisi arus tidak memungkinkan, pencarian akan dialihkan menggunakan metode penyisiran permukaan sungai.
“Sesuai prosedur operasi SAR, pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari. Apabila korban tidak ditemukan melalui penyelaman, penyisiran akan diperluas ke sekitar LKP hingga ke arah hilir sungai, kemungkinan korban terbawa arus,” jelasnya.
Peristiwa tersebut disaksikan seorang warga, Sarinem (65), yang saat itu berada di tepi sungai. Awalnya, dia mengira korban hanya berenang seperti anak-anak lain yang biasa bermain di lokasi tersebut.
“Saya kira dia berenang biasa. Anak-anak sering main air di sini,” ujar Sarinem.
Namun, tak lama kemudian, situasi berubah ketika korban terlihat mulai kesulitan di air.
“Saya lihat dia minta tolong, tangannya melambai. Tidak lama langsung tenggelam,” katanya.
Sarinem menduga korban masuk ke sungai dari sekitar perahu yang bersandar di pinggiran. Menyadari kondisi darurat, ia segera memanggil warga sekitar.
“Saya langsung panggil orang ke depan. Arusnya memang deras ke arah hilir,” ungkapnya.
Dalam operasi ini, enam personel Basarnas dikerahkan dan didukung unsur TNI, Polri, relawan, masyarakat sekitar, serta pihak keluarga korban. Tim SAR berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar korban dapat segera ditemukan,” harap Mardi. (yah)



Tinggalkan Balasan