CKG Samarinda Terkendala SDM dan Sistem, Percepatan Layanan Masih Bertahap
SAMARINDA,INDEKSMEDIA.ID – Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Samarinda masih berjalan bertahap hingga awal 2026.
Dari total sekitar 800 ribu penduduk, baru sekitar 40 ribu warga atau setara 5 persen yang tercatat telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengungkapkan capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kendala teknis dan nonteknis yang masih dihadapi di lapangan.
Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) kesehatan serta ketersediaan bahan habis pakai (BHP) medis.
“CKG ini kan dari nol hari sampai lansia. Pemeriksaannya beda-beda, otomatis kebutuhan SDM dan bahan habis pakainya juga berbeda. Itu yang menjadi tantangan,” ujar Ismed, Selasa (20/1/2026).
Dia menjelaskan, setiap kelompok usia memiliki jenis pemeriksaan yang tidak sama.
Bayi baru lahir membutuhkan pemeriksaan khusus, sementara pada usia sekolah, remaja, hingga lansia jumlah item pemeriksaan semakin banyak.
Kondisi ini membuat kebutuhan BHP medis tidak bisa disamaratakan dan sangat bergantung pada layanan yang diberikan.
Selain faktor internal, pelaksanaan CKG di Samarinda juga dipengaruhi oleh kebijakan pusat yang masih dinamis.
Ismed menyebut target nasional dari Kementerian Kesehatan belum bersifat tetap karena CKG merupakan program baru dan masih dalam tahap penyesuaian.
“Target dari Kementerian Kesehatan itu masih berubah-ubah karena ini program baru. Tapi karena CKG merupakan program prioritas presiden dan kami sudah punya pengalaman satu tahun, tentu tetap kami jalankan dan evaluasi terus,” katanya.
Kendala lain muncul dari sisi sistem aplikasi nasional Satu Sehat yang digunakan untuk pencatatan CKG.
Menurut Ismed, aplikasi tersebut kerap mengalami gangguan teknis, mulai dari proses sinkronisasi data hingga pemeliharaan sistem.
“Kadang aplikasinya maintenance, kadang juga harus disinkronkan dengan program lain. Ini aplikasi pusat, jadi tidak sepenuhnya bisa kami kendalikan,” jelasnya.
Meski demikian, Dinkes Samarinda tetap melakukan berbagai upaya percepatan, termasuk pelayanan jemput bola ke masyarakat.
Ismed juga menambahkan percepatan tetap harus sejalan dengan kesiapan SDM, BHP, serta sistem pendukung agar layanan CKG berjalan sesuai standar yang ditetapkan. (yah)



Tinggalkan Balasan