Puisi Tawadhu Serambi Suffah, Intip Desain Pemenang Sayembara Arsitektur Islamic Center Kutai Timur
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Rangkaian puncak Sayembara Desain Arsitektur Islamic Center Kutai Timur (Kutim) resmi ditandai dengan penganugerahan kepada para pemenang dan peserta harapan. Kegiatan ini diadakan di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Senin (12/1/2026).
Sayembara desain yang dibuka secara nasional sejak 10 November 2025 tersebut mendapat respon tinggi dari kalangan arsitek di berbagai daerah. Tercatat sebanyak 169 peserta mendaftar, dengan 61 tim maupun individu yang mengirimkan karya desain hingga batas akhir pengumpulan.
Seluruh karya yang masuk telah melalui proses verifikasi administrasi serta penilaian substansi oleh dewan juri independen di bawah koordinasi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalimantan Timur.
Dalam penganugerahan tersebut, dewan juri menetapkan karya dengan kode SDIC 125 atas nama Ar. Muhammad Diki A Dabi Dabi, IAI sebagai juara pertama. Karya ini dinilai paling mampu menjawab kebutuhan perancangan Islamic Center Kutai Timur mulai dari sisi konsep, fungsi, hingga penghentian pengelolaan bangunan.

Juara kedua diraih karya berkode SDIC 145 atas nama Ar. Pandu Nazarrusadi, IAI bersama tim. Sementara juara jatuh ketiga kepada karya SDIC 034 yang digarap Ar. Yu Sin, IAI dan tim.

Selain itu, dewan juri juga menetapkan dua karya sebagai kategori harapan. Harapan 1 diraih SDIC 033 karya Ar. Irwan Arifin Lubis, IAI dan tim, sedangkan Harapan 2 diberikan kepada karya SDIC 097 milik Ar. Reza Farnanda, IAI bersama tim.

Juara pertama Sayembara Desain Arsitektur Islamic Center Kutim diketahui diraih Muh Dicky Dabidabi, arsitek kelahiran Ternate yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan bernaung di Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta.
Karyanya yang berjudul “Puisi Tawadhu Serambi Suffah” dinilai unggul karena mampu memadukan makna spiritual, pengaturan fungsi ruang yang efisien, serta pertimbangan pengelolaan jangka panjang.
Dicky yang telah menekuni profesi arsitek selama 17 tahun memiliki pengalaman dalam berbagai proyek strategi.
Dia sebelumnya pernah meraih juara kedua dalam sayembara desain Islamic Center di Ponorogo. Selain itu, dia juga terlibat dalam sejumlah proyek nasional, termasuk pembangunan rumah susun Aparatur Sipil Negara (ASN) dan gedung kantor legislatif di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). (*)



Tinggalkan Balasan