Jalan Penghubung Antar Desa di Muara Ancalong Rusak, Warga Keluhkan Akses Berlumpur
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Kondisi jalan penghubung antar desa di Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur dikeluhkan warga. Sejumlah ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Kelinjau Ulu, Kelinjau Ilir hingga Desa Senyiur dilaporkan rusak dan berlumpur, terutama saat musim hujan.
Pemuda Muara Ancalong, Angga Gilang Permadi, mengatakan kerusakan terjadi di jalan utama ibu kota kecamatan yang menjadi akses vital masyarakat antar desa.
“Itu jalan utama, akses satu-satunya masyarakat. Untuk jaraknya itu dari desa Kelinjau Ulu menuju Senyiur itu jaraknya 34 kilometer. Cuman yang rusak itu ada beberapa titik,” kata Angga, Rabu (7/1/2025).
Dia menjelaskan, kondisi terparah berada di beberapa titik, khususnya pada kilometer 1 hingga kilometer 3 dan kilometer 7.
Menurutnya, karena badan jalan masih berupa tanah merah, kerusakan selalu berulang setiap musim hujan.
“Setiap musim hujan pasti rusak. Selama ini tidak ada penanganan serius, baik dari pemerintah daerah maupun koordinasi antara kecamatan, desa, dan perusahaan,” ujarnya.
Angga menyebut, sempat ada perusahaan yang menurunkan alat berat untuk melakukan perbaikan. Namun upaya tersebut hanya sebatas pengerukan tanpa pengerasan, sehingga jalan kembali rusak.
“Mayoritas warga itu karyawan perusahaan sawit. Jalan itu satu-satunya akses untuk berangkat kerja,” jelasnya.
Akibat kerusakan jalan, sebagian warga terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan ketinting melalui parit-parit besar di pinggir jalan.
Dia juga mengungkapkan, perbaikan jalan tersebut disebut telah dianggarkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada 2026 melalui skema multiyears, meski detailnya belum diketahui.
“Informasinya sudah dianggarkan tahun 2026, tapi pastinya kami belum tahu detailnya,” ucapnya.
“Kalau dibandingkan dengan Sangatta, jauh sekali. Hampir semua aspek tertinggal, bukan cuma jalan, tapi juga kesehatan dan fasilitas lainnya,” sambungnya.
Dia berharap pemerintah daerah dan wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat lebih serius memperhatikan aspirasi masyarakat pedalaman.
“Kami berharap keluhan masyarakat benar-benar didengar. Jangan sampai kecamatan tertua justru terus tertinggal,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan