INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)



Rilis Akhir Tahun 2025 Polres Kutai Timur, Kejahatan dan Narkoba Turun

Chaliq - 28100 views
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Polres Kutai Timur (Kutim) merilis capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif pada sejumlah indikator penegakan hukum di Mapolres Kutim, Rabu (31/12/2025).

Secara umum, angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Kutai Timur mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menyampaikan jumlah tindak kejahatan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 622 kasus.

Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 626 kasus.

“Secara umum kejahatan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Tahun 2024 ada 626 kasus, sementara tahun 2025 menjadi 622 kasus atau turun empat kasus,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Meski demikian, Kapolres mengungkapkan adanya peningkatan pada kasus kecelakaan lalu lintas.

Sepanjang tahun 2025, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 57 kejadian, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 52 kejadian.

Dampak dari kecelakaan tersebut juga mengalami kenaikan pada jumlah korban meninggal dunia. Pada tahun 2024 tercatat 13 orang meninggal dunia, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 17 orang.

Namun demikian, dari sisi kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan.

Pada tahun 2024, total kerugian materil mencapai Rp 652 juta, sedangkan pada tahun 2025 turun menjadi Rp 585.800.000.

“Ini menunjukkan upaya penanganan dan respons cepat di lapangan terus kami tingkatkan,” jelas Kapolres.

Dalam penanganan kasus narkotika, Polres Kutai Timur juga mencatat penurunan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2024 terdapat 287 kasus narkoba, sementara pada tahun 2025 jumlahnya menurun menjadi 256 kasus.

Seiring dengan itu, jumlah tersangka juga mengalami penurunan dari 342 orang pada tahun 2024 menjadi 309 orang pada tahun 2025.

AKBP Fauzan menegaskan penurunan ini merupakan hasil dari kerja keras jajaran serta dukungan masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba.

Selain itu, kasus Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga menunjukkan tren penurunan.

Dibandingkan tahun 2024, jumlah kasus PPA pada tahun 2025 mengalami penurunan sebanyak 32 kasus.

“Kami terus berupaya memberikan perlindungan maksimal kepada perempuan dan anak, serta mendorong masyarakat untuk berani melapor,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!