Pondok Pesantren Modern An-Nabawi Gelar Harlah ke-4, Usung Tema Syair Islam di Nusantara
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Pondok Pesantren Modern An-Nabawi yang berada di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-4 dengan penuh khidmat pada Minggu (6/7/2025).
Mengangkat tema Syair Islam di Nusantara, peringatan ini diwarnai berbagai penampilan santri, seperti hafalan Al-Qur’an dan pembacaan kitab kuning.
Dalam sambutannya, pendiri sekaligus pengasuh Ponpes, Kyai Romo Eko Purwanto, menyampaikan harapannya untuk masa depan pesantren.
Dia mengungkapkan niat untuk mendirikan perguruan tinggi di kawasan Muara Wahau dalam beberapa tahun mendatang.
“Mohon doa restunya, kami berniat mendirikan perguruan tinggi agar alumni dari Wahau, Kombeng, dan Telen tidak perlu jauh-jauh keluar daerah. Untuk itu, kami para pengasuh pun kembali melanjutkan studi ke jenjang doktor agar syarat pendirian dapat terpenuhi,” ungkap Kyai Romo Eko.
Ia juga menuturkan seluruh jenjang pendidikan di Ponpes AN-NABAWI telah mengantongi akreditasi A dari Kementerian Pendidikan.
Selain itu, para santri juga menorehkan prestasi membanggakan, seperti juara di ajang KSN (Kompetisi Sains Nasional) tingkat Kabupaten Kutai Timur dan menembus lima besar di tingkat Provinsi.
“Salah satu santri kami bahkan mampu menghafal 30 Juz Al-Qur’an hanya dalam waktu tujuh bulan. Tahun ini, ia akan melanjutkan studi ke Universitas di Kediri untuk mendalami hadist dan tafsir Al-Qur’an,” jelasnya.
Untuk itu, dia mengajak para orang tua untuk terus semangat dalam mendidik anak-anaknya melalui pesantren.
“Pendidikan di pondok ini menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat. Harapan kami, para santri menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah,” katanya.
Sementara itu, Camat Muara Wahau, Marlinto yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan kondisi wilayah pasca-Pilkada yang berjalan aman dan kondusif. Ia juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan aspirasi infrastruktur.
“Pak Wakil Bupati, jalan masuk ke pondok ini masih ada yang belum disemen. Semoga bisa segera ditindaklanjuti,” ucap Marlinto.
Dia juga mengimbau para wali santri untuk mempercayakan pendidikan anak-anaknya di wilayah sendiri.
“Di sini sudah lengkap, mulai dari jenjang dasar hingga SMA, bahkan ada beasiswa dari Pemkab Kutim. Di pondok ini, santri tidak diizinkan membawa HP, jadi lebih fokus belajar dan terhindar dari pengaruh negatif, termasuk bahaya narkoba yang kini mengintai lewat berbagai pintu masuk,” tegasnya. (asmar)



Tinggalkan Balasan