INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)



Limbah Sawit Jadi Listrik, Kutim Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan

Chaliq - 38800 views

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan terobosan penting dalam transisi energi bersih.

Dengan mengolah limbah cair sawit menjadi biogas, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang sekaligus menjawab kesenjangan akses listrik di pedesaan.

Langkah ini disosialisasikan dalam kegiatan bertema “Pemanfaatan Limbah Sawit Menjadi Energi Terbarukan” yang digelar Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim, Selasa (6/5/2025).

Kegiatan tersebut melibatkan pemangku kepentingan seperti PLN, pelajar, mahasiswa, dan aktivis lingkungan.

“Masih ada 22 desa di Kutim yang belum mendapat pasokan listrik. Potensi limbah cair dari industri sawit bisa dimanfaatkan sebagai solusi berbasis energi lokal,” ujar Kepala Bagian SDA, Arif Nur Wahyuni.

Menurutnya, limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) yang mengandung gas metana memiliki potensi besar sebagai bahan bakar pembangkit biogas.

Selain mengurangi emisi, inovasi ini juga selaras dengan kebijakan nasional terkait energi ramah lingkungan.

Saat ini, 115 desa di Kutim telah dilistriki PLN, tiga desa menggunakan tenaga surya, dan satu desa memakai mikrohidro. Hanya saja, tantangan geografis dan infrastruktur membuat distribusi energi ke desa-desa terpencil memerlukan pendekatan inovatif seperti ini.

Namun, penerapan teknologi biogas di lapangan tidak mudah. Joko Pratomo, Manager Biogas PT PMM, mengungkapkan bahwa biaya investasi, keterbatasan SDM, dan persoalan teknis lainnya masih menjadi hambatan utama. Selain itu, konektivitas dengan jaringan listrik PLN serta aspek perizinan turut menjadi tantangan.

“Energi dari limbah sawit sangat potensial. Tapi untuk menjualnya ke PLN, dibutuhkan jaringan dan regulasi yang jelas. Ini yang masih terus kita dorong,” kata Joko.

Meski penuh tantangan, potensi ekonomi dari skema ini sangat besar. Selain menghasilkan listrik, sisa fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, mendukung pertanian dan mengurangi limbah industri sawit.

Dengan pendekatan ekonomi sirkular ini, Kutim tidak hanya mengelola limbah, tapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain memenuhi kebutuhan energi, inisiatif ini memberi kontribusi nyata dalam melindungi lingkungan dan menjawab tantangan perubahan iklim.

“Ini bukan sekadar teknologi, tapi bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih berkelanjutan,” pungkas Arif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!