INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Tongkang Hantam Pilar Jembatan Mahulu, Pengawasan Dinilai Lemah

admin - 21700 views
Foto : Wagub Kaltim, Seno Aji. (Foto: Yah/Indeksmedia.id)

SAMARINDA,INDEKSMEDIA.ID – Insiden tongkang yang kembali menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) memicu perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sistem pengawasan pelayaran di Sungai Mahakam.

Peristiwa yang berulang ini dinilai memperlihatkan masih lemahnya standar keselamatan operasional, khususnya pada aktivitas pelayaran di luar jam pengolongan.

Peristiwa terbaru terjadi, Minggu (25/1/2026). Tongkang BG Marine Power 3066 yang ditarik tugboat TB Marina 1631 dilaporkan hanyut akibat arus deras setelah tali tambatnya putus usai ditabrak kapal lain.

Tongkang bermuatan lebih dari 400 ton tersebut kemudian menghantam pilar 4 Jembatan Mahulu di kawasan Harapan Baru, Kota Samarinda.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan insiden ini tidak lagi dapat dianggap sebagai kecelakaan semata.

Dia menilai alasan teknis yang kerap disampaikan perusahaan pelayaran justru mencerminkan lemahnya pengawasan di lapangan.

“Alasan seperti itu sudah klasik, dan itu sepenuhnya urusan pihak mereka (perusahaan). Kami tidak mau tahu, yang jelas jembatan kami terkena dampaknya lagi,” tegas Seno Aji.

Sebagai langkah cepat, Pemprov Kaltim langsung memberlakukan pembatasan lalu lintas di Jembatan Mahulu guna meminimalkan risiko lanjutan.

Kendaraan berat dan alat berat untuk sementara dilarang melintas sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis terhadap kondisi struktur jembatan.

“Alat berat tidak kami izinkan melintas demi menjaga keamanan jembatan. Jika ada yang ingin melintas, silakan memutar melalui jalur Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga membatasi kendaraan dengan muatan di atas delapan ton serta mempertimbangkan pelaksanaan uji statis dan uji dinamis untuk memastikan dampak benturan terhadap kekuatan pilar jembatan.

Dari sisi penegakan hukum, Pemprov Kaltim memastikan armada yang terlibat telah diamankan.

Proses investigasi dilakukan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk menelusuri penyebab pasti kejadian serta menentukan pihak yang bertanggung jawab.

“Saat ini kapal sudah kami tahan. Kami juga telah meminta KSOP untuk segera melakukan investigasi mendalam atas kejadian ini,” pungkasnya. (yah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!