Tahlil Akbar BKMM Muslimat NU Sambut Ramadan, Pengalaman Perdana Wabup Kutim Haul di Pemakaman
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Badan Koordinasi Masjid dan Musholla (BKMM) Muslimat NU Kutai Timur menggelar Tahlil Akbar di Pemakaman Umum Gang Banjar, Teluk Lingga.
Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Ratusan jamaah yang terdiri dari pengurus dan anggota BKMM Muslimat NU, tokoh agama, serta masyarakat sekitar memadati area pemakaman umum untuk mengikuti rangkaian tahlil dan doa bersama.
Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia mengaku mendapat pengalaman spiritual yang berbeda karena untuk pertama kalinya menghadiri haul yang dilaksanakan langsung di area pemakaman.
“Saya baru pertama kali hadir dalam haul seperti ini. Saya biasa melaksanakan haul juga, tapi melaksanakan haul di pemakaman ini baru pertama kali. Ada baiknya juga haul di sini, karena orang hadir di kuburan, kalau kita mendoakan, hatinya serasa lebih dekat,” ujar Mahyunadi.
Dia mengungkapkan, setiap kali berziarah ke makam sang ayah, mantan Ketua DPRD Kutim itu merasakan kedekatan batin yang mendalam. “Tiap saya ziarah ke makam ayah saya, hati serasa dekat, serasa berhadapan,” tuturnya.
Menurutnya, berada di pemakaman menghadirkan perenungan yang lebih dalam tentang kehidupan dan kematian.
“Hati juga berbicara, apakah orang-orang dalam kubur ini bahagia, atau sedih. Lalu hati kembali berbicara, bagaimana kalau aku mati, apakah bahagia atau sedih dalam kubur. Pikiran kemudian terbuka dan memperbanyak amalan sholeh untuk bekal kita di akhirat kelak,” ucapnya.
Mahyunadi juga membagikan pesan yang pernah ia dengar dari seorang guru, bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara.
“Kita mempersiapkan sesuatunya dalam perjalanan. Persiapan kita harus lengkap dan pandai-pandai menempatkan persiapan itu,” katanya.
Dia menambahkan setiap fase kehidupan membutuhkan bekal yang berbeda.
“Begitu juga di hidup ini, mana bekal di dunia, mana bekal di alam barzah, mana bekal di Padang Mahsyar. Untuk itu kegiatan ini harus diperbanyak untuk menjadi pengingat kita dalam mempersiapkan bekal kita di perjalanan menuju hari akhir kelak,” tegasnya.
Selain menjadi ajang kirim doa bagi mereka yang telah meninggal, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat kesadaran spiritual dan memperbanyak amalan sebagai bekal kehidupan abadi. (*)



Tinggalkan Balasan