INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Revitalisasi Bahasa Kutai, Disdikbud Kutim Masukkan ke Kurikulum SD dan SMP

Chaliq - 10800 views
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, Padliansyah.

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Upaya pelestarian bahasa daerah di Kutai Timur (Kutim) terus digalakkan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim memastikan program revitalisasi bahasa Kutai yang sudah dimulai beberapa tahun lalu akan terus diperluas guna memperkuat identitas budaya daerah, terutama di kalangan pelajar.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menegaskan apa yang dikerjakan saat ini merupakan lanjutan dari pondasi yang telah dibangun sebelumnya melalui penyusunan kurikulum dan kerja sama lintas lembaga.

Menurut Padliansyah, program ini bukan langkah spontan, melainkan telah dirancang jauh hari sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan bahasa Kutai.

Dia menjelaskan Disdikbud telah memulai dari hal paling mendasar, yaitu penyediaan materi ajar resmi untuk sekolah-sekolah.

“Buku muatan lokal bahasa Kutai disusun sebagai pegangan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar,” kata Padliansyah, Jumat (14/11/2025) malam.

Dia mengatakan, upaya revitalisasi bahasa daerah sudah dimulai lama Disdikbud Kutai Timur.

Mungkin dua atau tiga tahun lalu dengan membuat buku muatan lokal bahasa Kutai.

Kamus bahasa Kutai juga sudah terbit, hasil kerja sama dengan balai bahasa. Guru-guru pun sudah dilatih untuk mengajar itu.

Kamus bahasa Kutai yang disusun bersama Balai Bahasa menjadi tonggak penting yang merapikan penulisan, ejaan, serta kosakata agar standar penggunaannya konsisten di ruang pendidikan.

Setelah materi ajar dan kamus diterbitkan, tahap berikutnya adalah penguatan kapasitas guru.

Disdikbud Kutim telah memberikan pelatihan kepada para tenaga pendidik agar pemahaman mereka terhadap materi bahasa daerah semakin komprehensif.

Kini, pembelajaran bahasa Kutai telah masuk ke kurikulum dan diterapkan di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP.

Implementasi di sekolah dianggap langkah strategis karena menempatkan bahasa Kutai dalam ruang belajar formal yang diakses oleh ribuan siswa setiap tahunnya.

Padliansyah menambahkan, program ini sudah berjalan di sekolah-sekolah, utamanya SD dan SMP.

“Itu sudah ada lama, kita tinggal mengembangkan saja seperti dengan mengadakan talkshow, dan sebagainya. Selain itu ada juga mata pelajaran seni dan budaya daerah,” katanya.

Selain memperkuat mata pelajaran khusus, Disdikbud Kutim berencana memperbanyak kegiatan yang bersifat interaktif.

Talkshow, kelas budaya, pertunjukan seni, dan diskusi terbuka disebut menjadi agenda yang akan didorong agar bahasa Kutai tidak hanya dipelajari, tetapi juga dipraktikkan dalam aktivitas sehari-hari.

Pemerintah daerah melihat pelestarian bahasa bukan hanya urusan akademis, tetapi juga bagian dari proses membangun karakter generasi muda.

Karena itu, pengembangan seni dan budaya daerah menjadi penopang utama agar bahasa Kutai terus hidup dalam masyarakat. Hubungan antara bahasa dan budaya dianggap tak bisa dipisahkan.

Melalui kombinasi kurikulum, kegiatan budaya, dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, Disdikbud Kutim menargetkan revitalisasi bahasa Kutai menjadi gerakan yang melibatkan sekolah, komunitas, hingga keluarga.

Pemerintah berharap bahasa daerah tidak berhenti sebagai mata pelajaran, tetapi menjadi identitas yang melekat dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!