Relokasi Pasar Pagi Samarinda Masuk Tahap Kedua, Fokus Kenyamanan Pengunjung
SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID – Penataan Pasar Pagi Samarinda mulai diarahkan untuk memperbaiki kenyamanan pengunjung dan kelancaran aktivitas jual beli. Pemerintah Kota Samarinda menilai relokasi pedagang secara bertahap menjadi kunci agar pengaturan ruang dan arus pengunjung di gedung pasar tujuh lantai dapat berjalan lebih optimal.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa tahapan relokasi sengaja dilakukan secara bertahap untuk menghindari kepadatan dan kekacauan aktivitas perdagangan.
Pemerintah juga ingin memastikan setiap kebijakan bisa dievaluasi sebelum dilanjutkan ke fase berikutnya.
“Setelah tahap pertama ini selesai, akan dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan tahap berikutnya,” ujar Nurrahmani, Selasa (13/1/2025).
Pada tahap awal, sebanyak 1.804 pedagang dari total sekitar 2.500 pedagang resmi masuk dalam skema relokasi.
Proses ini tidak hanya berorientasi pada pemindahan lapak, tetapi juga penataan fungsi tiap lantai agar aktivitas pasar lebih terstruktur.
Ia menjelaskan, evaluasi tersebut penting untuk melihat kesiapan sarana, efektivitas zonasi, serta respons pedagang dan pengunjung terhadap pengaturan baru.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar pembahasan lanjutan sebelum relokasi tahap kedua dilaksanakan.
Dalam penataan terbaru, lantai satu Pasar Pagi difungsikan sebagai area parkir. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan dan mempermudah akses keluar-masuk pengunjung.
Lantai dua difokuskan untuk kebutuhan pokok dan konsumsi harian, lengkap dengan zona basah bagi pedagang daging, ikan, ayam, dan sayur-mayur agar aktivitas jual beli lebih higienis.
Lantai tiga hingga lantai tujuh disesuaikan dengan karakter usaha, mulai dari kosmetik, fesyen, emas, hingga konveksi. Penempatan pedagang makanan tetap disediakan di setiap lantai dengan lokasi di area sudut agar tidak mengganggu sirkulasi.
“Kami berharap penataan ini membuat aktivitas perdagangan di Pasar Pagi semakin tertib dan nyaman,” kata Nurrahmani.
Melalui pendekatan ini, Pemkot Samarinda menargetkan Pasar Pagi tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga lebih ramah bagi pengunjung dan berkelanjutan bagi para pedagang.



Tinggalkan Balasan