INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)



Polemik Kios Pasar Pagi Samarinda, DPRD dan Disdag Saling Klaim Data

Chaliq - 3600 views
Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Yah/Indeksmedia.id)

SAMARINDA,INDEKSMEDIA.ID – Polemik ketersediaan kios di bangunan baru Pasar Pagi Samarinda mencuat setelah Komisi II DPRD Samarinda menemukan potensi kekurangan lapak bagi pedagang lama. Temuan ini memicu perdebatan data antara legislatif dan pemerintah kota terkait kapasitas pasar dan proses penataan pedagang.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyebut kalkulasi internal pihaknya menunjukkan adanya selisih ratusan kios yang belum terakomodasi.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik jika tidak segera diselesaikan sebelum pasar beroperasi penuh.

“Saat ini saja, kalau kita dari Komisi II menghitung-hitung itu kekurangan kios itu sekitar 280-an. Kalau ada kios lebih 280, nggak ada ini masalah, masalah ini gak ada sudah, masuk semua udah jalan itu operasional pasar pagi,” tegas Iswandi.

Namun, pernyataan tersebut dibantah Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani. Dia menilai kekhawatiran kekurangan kios tidak berdasar karena kapasitas gedung baru disebut mampu menampung lebih dari dua ribu pedagang.

“Soal kekurangan 280 kios, kami tidak melihat itu. Total kios Pasar Pagi jumlahnya lebih dari 2.508,” ungkap Yama.

Meski demikian, Disdag mengakui belum menyampaikan data rinci kepada DPRD karena masih bersifat global dan membutuhkan izin pimpinan daerah untuk membuka data detail pedagang.

“Data yang kami bawa kemarin masih global. Untuk data rinci harus seizin pimpinan karena menyangkut tanggung jawab data,” jelas Yama.

“Permintaan itu diarahkan ke kami sampaikan ke pimpinan agar bisa dibuka karena kan namanya data harus dibuka dengan penuh rasa tanggung jawab,” terangnya.

Terkait penataan lanjutan, Disdag menyatakan belum dapat mengambil keputusan strategis sebelum mempresentasikan konsep tahap kedua kepada Wali Kota Samarinda.

“Kami minggu ini akan presentasi dengan Pak Wali dalam orientasi tahap dua. Sasarannya belum ada, nanti disesuaikan dengan arahan Pak Wali dengan pertimbangan data,” tuturnya.

Saat ini, pemerintah kota fokus menyelesaikan penataan tahap pertama, yang disebut hampir rampung dengan mayoritas pedagang telah menempati kios.

“Tahap satu sudah mendekati selesai. Dari 1.804 ini di posisi 1.764,” pungkas Yama. (yah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!