Musim Kemarau, Bupati Kutai Timur Ingatkan Masyarakat Tak Sembarang Bakar Lahan

Daerah, Headline, News4400 views

KUTIM, INDEKSMEDIA.ID – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman meminta masyarakat untuk mewaspadai kebakaran lahan. Hal itu diungkapkan Ardiansyah Sulaiman saat memantau kebakaran lahan yang terjadi di beberapa titik, salah satunya di Gang Kelinci.

Bukan tanpa alasan Ardiansyah Sulaiman mengimbau hal tersebut. Itu karena saat ini telah masuk musim panas hingga jarang hujan di sekitar wilayah Sangatta Utara.

Musim kemarau, ditambah intensitas hujan yang rendah membuat suhu menjadi panas. Kondisi ini berimbas pada lahan menjadi kering hingga rentan terbakar.

Kebakaran lahan bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat serta mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar.

Untuk itu, Bupati Kutim mengimbau masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan secara sembarangan.

Ardiansyah mengatakan pembakaran lahan dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dan dapat berdampak negatif pada kualitas udara.

“Serta menyebabkan kerugian bagi semua pihak. Jadi tolong masyarakat stop bakar lahan atau sampah sekali pun. Karena bisa saja orang lain yang merasakan dampaknya. Selain itu juga menyebabkan polusi udara,” tegas Ardiansyah.

Untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko kebakaran lahan, Bupati telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk terus melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

Langkah ini penting untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan bersama. Kepedulian dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat sangatlah diperlukan dalam menghadapi tantangan ini.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan. Dengan tindakan preventif yang tepat, kita dapat melindungi diri, keluarga, serta lingkungan tempat tinggal kita,” tutup Bupati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *