HUT RI ke-81: Tantangan Pengusaha Membangun Ketahanan Ekonomi Kutim
Penulis: Abdul Haris (Presidium Pengusaha Kutim Hebat)
KUTIM, INDEKSMEDIA.ID – Di tengah realitas ekonomi nasional yang sedang lesu dan pusaran ekonomi global yang juga berada dalam kondisi penuh tantangan, daya beli masyarakat melemah. Pada saat yang sama, ketidakpastian global terus membayangi perekonomian.
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 bukan lagi sekadar momentum seremonial. Peringatan ini harus dimaknai sebagai panggilan bagi para pelaku usaha di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui sinergi strategis serta tata kelola usaha yang cerdas.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus melakukan pembinaan dan memberikan dukungan kepada para pelaku usaha daerah.
Berikut sejumlah perspektif dan langkah taktis yang penting diambil dalam melihat kondisi ekonomi nasional saat ini:
1. Reorientasi manajemen, dari bertahan menjadi tangguh (resilient)
Para pelaku usaha perlu mengubah orientasi manajemen dari sekadar bertahan menjadi lebih tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan serta ketidakpastian ekonomi.
2. Efisiensi berbasis teknologi dan digitalisasi
Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi diperlukan untuk memangkas biaya operasional yang tidak perlu. Adopsi teknologi tepat guna juga penting dilakukan secara tepat sasaran guna mengoptimalkan produktivitas sumber daya manusia.
3. Diversifikasi portofolio usaha
Pelaku usaha tidak boleh bergantung pada satu sektor induk, seperti pertambangan atau perkebunan kelapa sawit. Hilirisasi produk dari sektor-sektor tersebut perlu didorong menjadi produk jadi agar mampu menciptakan nilai tambah dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Di sisi lain, sektor UMKM lokal juga penting untuk terus diperkuat dan dilembagakan. UMKM telah terbukti mampu bertahan ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi pada 1998.
4. Manajemen efisiensi ekonomi daerah
Efisiensi ekonomi daerah perlu diperkuat agar dunia usaha mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan dan kebijakan ekonomi. Dalam hal ini, diperlukan kebijakan pemerintah daerah yang pro terhadap pengusaha lokal.
5. Sinergi strategis multisektor dan kemitraan
Kemitraan antara perusahaan yang berinvestasi di Kutai Timur dengan pengusaha lokal perlu diperkuat dalam mata rantai usaha yang saling menguntungkan. Sinergi multisektor akan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat perekonomian daerah.
6. Mengawal 50 Program ARMY dan program nasional
Masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk mengawal dan menyukseskan 50 Program ARMY serta berbagai program nasional lainnya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.
7. Sinkronisasi dengan kebijakan nasional
Kebijakan daerah perlu disinkronkan dengan program nasional, khususnya terkait ketahanan pangan dan peningkatan gizi. Hal ini sekaligus dapat membuka ceruk usaha baru dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menekan angka stunting.
8. Menjaga kondusivitas iklim investasi
Kondusivitas iklim investasi swasta yang masuk ke Kutai Timur perlu dijaga sebagai tanggung jawab bersama. Berbagai isu yang tidak benar dan berpotensi melemahkan kepercayaan investor harus disikapi secara bijak agar tidak menghambat masuknya investasi ke Kutim.
9. Memastikan industri tetap memperhatikan masyarakat dan lingkungan
Aktivitas industri, seperti pertambangan, perkebunan, dan pabrik semen, harus tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal serta keberlanjutan lingkungan.
Dengan demikian, suasana yang nyaman, harmonis, dan kondusif dapat terus tercipta dalam proses pembangunan Kutai Timur.
Melalui kecerdasan manajemen, berbagai tantangan ekonomi nasional saat ini justru dapat diubah menjadi pembuktian bahwa pengusaha Kutai Timur mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri, adaptif, dan menjadi motor penggerak utama kesejahteraan masyarakat.
Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 harus menjadi semangat untuk terus bergerak dan berinovasi.
Dengan kerja yang berbasis data, berbagai tantangan ekonomi global dapat kita hadapi dan atasi bersama. (*)



Tinggalkan Balasan