INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Forum Petani Sawit Kutim Ingatkan Petani Jangan Asal Buka Lahan

admin - 20400 views

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Forum Petani Kelapa Sawit Kutai Timur menyoroti masih banyaknya petani swadaya yang membuka lahan tanpa memastikan status hukum dan tata ruang wilayah. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu konflik lahan di kemudian hari.

Ketua Forum Petani Kelapa Sawit Kutai Timur, Nasrudin, mengatakan pihaknya terus melakukan edukasi kepada petani agar memahami legalitas lahan sebelum memulai usaha perkebunan sawit.

Dia menyebut, selama ini masih banyak petani yang membuka kebun hanya berbekal semangat tanpa lebih dulu mengecek status lahan yang akan digarap.

“Kadang-kadang teman-teman petani swadaya kalau buka lahan itu modalnya semangat duluan. Tanpa mempertimbangkan atau mencari tahu status lahan yang mereka buka,” ujarnya dalam wawancara, Kamis (5/3/2026).

Menurut Nasrudin, ketidaktahuan terhadap status lahan kerap berujung pada persoalan, mulai dari tumpang tindih dengan izin perusahaan hingga berada di kawasan yang tidak diperuntukkan bagi perkebunan.

“Jangan sampai sudah menghabiskan tenaga, energi, dan biaya untuk membuka lahan, ternyata lahannya tidak sesuai tata ruang untuk perkebunan sawit, masuk dalam HGU perusahaan lain, atau bahkan kawasan hutan,” jelasnya.

Karena itu, forum mendorong petani untuk aktif mencari informasi kepada instansi terkait, seperti dinas perkebunan maupun pertanahan, sebelum membuka lahan baru.

Selain memberikan edukasi, forum juga menjadi ruang komunikasi antarpetani untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kebun sawit, mulai dari aspek legalitas, teknik budidaya, hingga pemasaran hasil panen.

“Forum ini menjadi tempat berhimpun, berdiskusi, dan saling memberikan pengetahuan tentang tata kelola kebun sawit, mulai dari legalitas tanah, cara berkebun yang baik, hingga ke mana harus menjual hasil panen,” katanya.

Forum Petani Kelapa Sawit Kutai Timur juga berperan sebagai penghubung antara petani, pemerintah daerah, serta perusahaan perkebunan yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) di wilayah tersebut.

Nasrudin menyebut, forum secara rutin mengadakan kegiatan yang menjadi ruang diskusi dengan berbagai pihak untuk membahas persoalan yang dihadapi petani.

“Kami membuka ruang diskusi dengan pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang memiliki HGU di Kutai Timur. Jadi ketika ada hal yang ingin dikomunikasikan, kami sudah memiliki jalur komunikasi dengan para pengambil keputusan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia melihat minat generasi muda untuk terjun ke sektor perkebunan sawit mulai meningkat. Banyak anak muda, termasuk yang baru menyelesaikan pendidikan, mulai tertarik mengembangkan kebun sawit.

“Sekarang sudah banyak anak muda yang merambah ke kebun sawit. Bahkan yang baru selesai kuliah sudah mulai tertarik bertanam sawit,” katanya.

Meski begitu, Nasrudin mengakui persoalan legalitas lahan masih menjadi tantangan bagi sebagian petani. Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena pada masa lalu banyak petani yang menanam sawit tanpa memiliki informasi memadai terkait status lahan.

“Dulu banyak yang sudah menanam dan memanen, ternyata legalitas lahannya bermasalah. Itu yang menjadi tantangan bagi kami untuk dicarikan solusi melalui diskusi bersama,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam Forum Petani Kelapa Sawit Kutai Timur untuk memperkuat organisasi dan mendorong pengelolaan perkebunan sawit yang lebih tertata.

“Kami sangat membutuhkan anak-anak muda untuk bergabung karena mereka memiliki produktivitas dan energi yang tinggi untuk mengembangkan sektor perkebunan sawit,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!