INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Ekspor Udang Kaltim Tembus 670 Ton, Windu dan Pink Jadi Primadona Global

Jibril Daulay Jibril Daulay - 32600 views
Udang Windu, salah satu komoditas unggulan Kaltim (foto: DGM)

INDEKSMEDIA, SAMARINDA Dua komoditas unggulan Kalimantan Timur (Kaltim), yakni udang windu beku dan udang pink beku, menjadi penyumbang terbesar ekspor sektor kelautan dan perikanan sepanjang triwulan pertama 2026.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim, total volume ekspor produk kelautan dari daerah ini pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 670,3 ton, dengan nilai transaksi lebih dari Rp122,7 miliar.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, mengatakan kedua jenis udang tersebut konsisten mendominasi ekspor produk perikanan non-hidup.

“Sejak awal tahun, udang windu dan udang pink beku terus menjadi primadona penyumbang volume terbesar. Bahkan, udang windu sendiri mendominasi lebih dari separuh total volume ekspor setiap bulannya,” ujar Irma di Samarinda, Sabtu (11/4/2026).

Puncak aktivitas ekspor tercatat pada Februari 2026 dengan volume mencapai 238,05 ton. Meski jenis komoditas yang dikirim relatif lebih sedikit, lonjakan permintaan global terhadap udang windu beku mendorong nilai transaksi bulan tersebut mencapai Rp47,3 miliar.

Produk udang asal Kaltim kini telah menembus berbagai pasar internasional, mulai dari Asia Timur dan Asia Tenggara hingga pasar Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Selain udang, Kaltim juga mengekspor ikan kerapu dan bawal segar untuk memenuhi permintaan konsumen di Tiongkok dan Hong Kong.

Kepala DKP Provinsi Kaltim, Irhan Humaidy, menyebut capaian ini menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung visi pemerintah pusat.

“Dalam rangka mendukung Astacita kedua Presiden Prabowo, kami di sektor perikanan Kaltim siap menjadi garda depan dalam penyediaan protein hewani yang berkualitas,” tegasnya.

Ia berharap tren positif ini tidak hanya meningkatkan devisa daerah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petambak dan nelayan di Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!