DTPHP Kutim Kembangkan Tanaman Holtikultura, Produksi Petani Dipasok ke Bontang dan Samarinda

Daerah, Headline, News7100 views

KUTIM, INDEKSMEDIA.ID – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya untuk pengembangan tanaman holtikultura. Pengembangan ini untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Salah satu komoditi yang sementara dikembangkan adalah bawang merah. Hasilnya pun lumayan bagus, padahal bawang merah baru tahun kemarin dikembangkan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum mengatakan pihaknya serius untuk mengembangkan bawang merah. Tahun ini, ada sekitar 20 hektare tanaman bawang merah yang ditanam.

“Selama ini Kutai Timur tidak pernah ada bawang merah, nah baru tahun kemarin, kita mencoba untuk menanam bawang merah ternyata, hasilnya bagus. Sekarang kita pengembangan bawang merah. Tahun ini ada 20 hektare bawang merah. Lokasinya ada di Sangatta Selatan dan Rantau Pulung,” kata Dyah Ratnaningrum kepada Indeks Media.

Bukan cuma bawang merah, DTPHP juga massif melakukan pengembangan terhadap cabe. Dyah mengatakan dalam pengembangan cabe ini dia bekerja sama dengan PKK Kutim.

“Cabe ini, sangat riskan, karena jadi salah satu indikator inflasi. Makanya itu, DTPHP mengembangkan cabe. Bupati Kutim menyampaikan pengembangan cabe dengan pola-pola pekarangan,” kata Dyah.

“Tahun ini sama dengan kemarin, kami bekerjasama dengan PKK. Jadi kami membagi cabe ke dasawisma. Cara ini kami anggap baik dalam pengembangan cabe,” sambungnya.

DTPHP juga melakukan pembinaan ke produk-produk holtikultura lainnya, seperti sayuran. Sayuran di Kutim juga telah dipasok ke beberapa daerah seperti, Bontang, Berau, dan Samarinda.

“Kemudian perusahaan – perusahaan di Kutim, itu semua dari petani Kutim. Bahkan dikirim sampai ke Berau. Ada tomat dan timun. Dari Teluk Pandan, pasarnya sampai ke Samarinda. Jadi kami membina para petani ini,” jelasnya.

Bukan cuma itu, buah-buahan juga tak luput dari pengembangan DTPHP. Ini semua dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kutim.

“Melon dan Semangka juga dikembangkan. Pasarnya ada sampai ke Bontang dan Samarinda,” tandasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *