INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Atlet Nasional Panjat Tebing Asal Nunukan Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Antasari

Jibril Daulay - 27500 views
Mobil minibus Toyota Calya yang terlibat kecelakaan lalu lintas, Sabtu (3/1/2026) malam, menyebabkan atlet panjat tebing Nunukan, Aldi, meninggal dunia (dok satlantas)

NUNUKAN, INDEKSMEDIA.ID — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pangeran Antasari Baru, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (3/1/2026) malam. Peristiwa tersebut menewaskan seorang atlet nasional panjat tebing andalan Nunukan, Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin (22).

Kecelakaan melibatkan mobil minibus Toyota Calya bernomor polisi DP 1770 CF dan sepeda motor Yamaha Mio M3 bernomor polisi KU 2601 NV. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP Adek Taufik, mengatakan terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut, dengan satu korban meninggal dunia.

“Terdapat tiga korban dalam peristiwa laka lantas semalam. Satu korban tewas atas nama Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin atau Aldi, posisinya dibonceng sepeda motor,” ujar Adek melalui pesan tertulis, Minggu (4/1/2026).

Adek menjelaskan, mobil Toyota Calya warna abu-abu yang dikemudikan RD (32), warga Jalan Kampung Rambutan RT 002, Kecamatan Nunukan Timur, melaju dari arah Jalan Ujang Dewa menuju Jalan Pangeran Antasari.

Setibanya di sekitar Masjid Al Bilal, sepeda motor Yamaha Mio M3 warna putih yang dikendarai Dody Adithiya Irdani, warga Jalan Jamaker RT 005, Kecamatan Nunukan Barat, dan berboncengan dengan korban, menyeberang dari arah kiri menuju masjid.

“Pengemudi mobil bergerak dengan kecepatan tinggi dan tidak mampu menghindari sepeda motor, sehingga terjadi tabrakan,” jelas Adek.

Akibat benturan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan parah. Mobil Toyota Calya bahkan terbalik dan ringsek.

Pengendara sepeda motor, Dody, mengalami sejumlah luka, di antaranya lecet di pelipis kanan, luka robek di kepala bagian atas, lecet di wajah sebelah kiri, serta luka lecet di lutut kiri. Sementara korban Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Pengemudi mobil atas nama RD telah kami amankan,” kata Adek.

Peristiwa kecelakaan ini terekam dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial. Ucapan duka cita pun membanjiri berbagai grup media sosial di Kabupaten Nunukan.

Korban diketahui merupakan atlet panjat tebing nasional andalan Kabupaten Nunukan. Berdasarkan wawancara Kompas.com pada 2021, Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin bergabung dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Nunukan sejak 2011, saat masih duduk di kelas IV sekolah dasar.

Medali pertamanya diraih pada 2011 di Kutai Timur dengan torehan dua medali perak. Ia kemudian kembali meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional di Jakarta saat berusia delapan tahun.

Medali emas pertamanya diraih pada 2014, bertepatan dengan pembentukan FPTI Kalimantan Utara setelah pemekaran dari Kalimantan Timur. Pada 2021, korban kembali mempersembahkan medali emas pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur Ke-XV di Aceh.

Selain itu, korban juga sempat mewakili Indonesia pada ajang internasional, termasuk ASEAN University Games 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!