Aksi Pelajar Samarinda Corat-coret Taman Budaya Kaltim, Ternyata Belajar Seni Mural Bareng Seniman
SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID — Suara tawa remaja berpadu dengan aroma cat yang khas di pelataran Taman Budaya Kalimantan Timur, Selasa (14/10/2025). Di bawah terik matahari, puluhan pelajar SMA dan SMK tampak sibuk memoles dinding panjang dengan sapuan kuas berwarna-warni.
Mereka bukan sedang menghias tembok biasa, melainkan tengah menyalurkan ide dan imajinasi dalam Pelatihan Mural yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan yang berlangsung sejak 13 hingga 15 Oktober ini menjadi wadah belajar dan berekspresi bagi para pelajar, sekaligus ruang tumbuh bagi seniman muda daerah.
Para peserta dibagi dalam kelompok dengan tema berbeda—dari lukisan alam, budaya lokal, hingga landmark khas Kalimantan Timur. Dinding abu-abu di area taman pun berubah menjadi kanvas penuh warna yang memancarkan semangat muda.
Bagi Alika, siswi jurusan animasi dari SMK Negeri 7 Samarinda, pengalaman ini terasa istimewa.
“Senang banget bisa nyalurin hobi. Menuangkan isi kepala langsung ke media dinding, dan ikut melestarikan budaya Kaltim karena yang kami gambar juga menggambarkan suasana khas daerah,” ujarnya sambil tersenyum.
Alika mengaku kegiatan ini relevan dengan bidang yang ia pelajari di sekolah.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan, supaya kami bisa belajar teknik mural lebih dalam dan bisa berkolaborasi dengan seniman lain,” tambahnya.
Seni, Ruang Publik, dan Regenerasi Seniman
Seniman dari Komunitas Roemah Kajoe Samarinda terlibat langsung dalam kegiatan ini. Setiap kelompok pelajar didampingi oleh anggota komunitas untuk membantu dalam hal teknis menggambar, pewarnaan, serta komposisi visual agar karya yang dihasilkan lebih kuat secara artistik.
Salah satu pendamping, Hari, mengatakan bahwa para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama proses menggambar.
“Anak-anak ini semangat sekali. Mereka banyak bertanya dan mencoba berbagai teknik. Melihat mereka menikmati prosesnya itu menyenangkan,” ujarnya.
Namun, lanjut Hari, ada tantangan tersendiri dalam mendampingi peserta dengan latar belakang dan gaya menggambar yang berbeda-beda.
“Tiap anak punya ide dan gaya masing-masing. Tantangannya adalah bagaimana menyatukan semua itu jadi satu karya yang utuh tanpa menghilangkan karakter mereka,” jelasnya.
Di sela kegiatan, Syarwani, seniman mural sekaligus Koordinator Pelatihan, menuturkan bahwa pelatihan semacam ini tak sekadar mengasah keterampilan menggambar. Lebih dari itu, mural kini juga membuka peluang karier baru bagi anak muda.
“Mural itu tidak sekadar media ekspresi. Kalau dikembangkan dengan serius, bisa jadi profesi yang menjanjikan. Sekarang banyak proyek mural di ruang publik yang melibatkan seniman lokal,” ungkapnya.
Syarwani yang juga pengurus Komunitas Roemah Kajoe Samarinda menilai kegiatan ini sebagai langkah penting untuk menciptakan regenerasi seniman daerah.
“Kami berharap ada regenerasi dan kolaborasi berkelanjutan. Kegiatan seperti ini bisa jadi titik awal menumbuhkan minat anak muda agar lebih mencintai seni, khususnya mural,” ujarnya.
Dari Sekolah ke Taman Budaya
Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari tujuh sekolah di Samarinda: MAN 2 Samarinda, SMA Katolik WR Soepratman, SMA Negeri 7 Samarinda, SMA Negeri 2 Samarinda, SMA Negeri 5 Samarinda, SMA Asisi Samarinda, dan SMA Islam Samarinda.
Menurut Plt. Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Muhammad Herdiansyah, pelatihan mural merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menumbuhkan kreativitas generasi muda di bidang seni rupa.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran, khususnya di bidang seni rupa, serta lebih meningkatkan kreativitas kita,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan