Akses Terbatas dan Air Bersih Minim, Warga Kongbeng Harap Infrastruktur Segera Dibangun
KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Permasalahan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan bagi masyarakat Kecamatan Kongbeng. Sejumlah desa hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses jalan serta belum tersambungnya layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Camat Kongbeng, Petrus Ivung, menyampaikan ruas jalan penghubung Sukamaju–Marga Mulia menuju Sri Pantun, Kongbeng Indah, dan Sidomulyo masih berupa jalan tanah. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas warga, terutama saat musim hujan ketika jalan menjadi licin dan sulit dilalui.
“Ini merupakan jalur utama antar desa. Kami berharap segera ada betonisasi agar aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian bisa berjalan lancar,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Tak hanya jalan penghubung antar desa, akses jalan usaha tani di Desa Miau Baru sepanjang kurang lebih tiga kilometer juga membutuhkan perhatian. Jalur tersebut menjadi urat nadi bagi petani sawah dalam mengangkut hasil panen.
“Kalau jalannya rusak atau berlumpur, petani kesulitan membawa hasil panen keluar. Dampaknya langsung terasa pada perekonomian warga,” terangnya.
Selain persoalan jalan, kebutuhan air bersih juga masih menjadi pekerjaan rumah. Empat desa, yakni Sukamaju, Sidomulyo, Sri Pantun, dan Kongbeng Indah, belum terlayani jaringan PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga masih mengandalkan air sungai, anak sungai, hingga sumur bor.
“PDAM memang belum masuk ke desa-desa tersebut. Beberapa sudah memiliki SPAM, tetapi belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Menurut Petrus, lokasi desa yang berada cukup jauh dari pusat kecamatan membuat pembangunan jaringan air bersih belum maksimal. Padahal, kebutuhan air layak konsumsi sangat mendesak bagi warga.
“Karena letaknya cukup masuk ke dalam, wilayah ini sering kali terlewat. Padahal masyarakat sangat membutuhkan layanan air bersih yang memadai,” terangnya.
Mantan Camat Telen itu menegaskan, pembangunan jalan dan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama yang terus diusulkan kepada pemerintah daerah.
Kedua sektor tersebut dinilai memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Yang paling mendesak adalah jalan dan PDAM, termasuk jalan usaha tani. Jika ini terealisasi, manfaatnya akan sangat besar,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun perusahaan di sekitar wilayah tersebut melalui program tanggung jawab sosial (CSR) guna mempercepat pembangunan infrastruktur dasar.
“Kami berharap ada kontribusi bersama. Infrastruktur ini bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat, tetapi juga menunjang roda perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan