INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Parkiran Tak Cukup, Dishub Samarinda Perketat Akses Pengunjung Pasar Pagi

Jibril Daulay - 38000 views
Area Basement Parkir Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Yah/Indeksmedia.id)

SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID – Peresmian gedung baru Pasar Pagi Samarinda belum dilakukan bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Samarinda menilai masih terdapat sejumlah aspek krusial yang harus dibenahi, terutama menyangkut keselamatan, akses kendaraan, dan kesiapan fasilitas pendukung di kawasan pasar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa keterbatasan kapasitas parkir menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi keseluruhan gedung.

Basement Pasar Pagi hanya mampu menampung sekitar 814 kendaraan, sementara jumlah pedagang yang akan beraktivitas di dalam pasar diperkirakan mencapai 2.500 orang.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kepadatan kendaraan jika tidak diimbangi dengan pengaturan lalu lintas dan manajemen parkir yang ketat.

Oleh karena itu, Dishub merekomendasikan penerapan parkir progresif hingga tarif maksimal untuk kendaraan yang parkir dalam durasi panjang.

“Kalau mau menggunakan parkir dari pagi sampai sore maka parkir yang dikenakan itu parkir maksimal. Karena gedung parkir sangat minim dari sisi ruangan,” kata Manalu.

Selain parkir, perubahan akses masuk dan keluar kendaraan juga menjadi perhatian utama. Kendaraan roda empat dan angkutan barang akan diarahkan melalui Jalan Gajah Mada, sedangkan kendaraan roda dua melalui Jalan Jenderal Sudirman.

Perubahan skema ini mengharuskan penyesuaian analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang saat ini masih dalam proses evaluasi Kementerian Perhubungan.

Hasil mitigasi andalalin mencatat sejumlah rekomendasi teknis, seperti penyesuaian radius tikung dan kelandaian pintu masuk–keluar guna memastikan manuver kendaraan berlangsung aman.

Dishub juga menekankan pentingnya kelengkapan rambu, marka jalan, jalur evakuasi, serta fasilitas pejalan kaki di sekitar pasar.

Tak hanya itu, penguatan sistem keselamatan gedung turut menjadi sorotan, mulai dari ketersediaan APAR, hydrant, CCTV, hingga penataan area publik agar tidak menimbulkan risiko saat pasar beroperasi penuh.

Dishub juga berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengantisipasi munculnya pedagang kaki lima di sekitar akses pasar.

Sementara simpang tiga Masjid Raya Darussalam direncanakan mendapat penyesuaian geometri guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan.

“Yang perlu dilakukan koordinasi dengan pihak lain seperti Satpol PP adalah agar tidak hadir PKL yang mengganggu kelancaran jalan,” pungkas Manalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!