INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Pasar Pagi Tak Ramah Tampias Hujan, Pemkot Samarinda Evaluasi Desain dan Pertahankan Konsep Terbuka

Jibril Daulay Jibril Daulay - 34700 views
Bangunan Pasar Pagi Samarinda mendapat penanganan usai tak bisa menahan tampias hujan pada beberapa kios. (Foto: Yah/Indeksmedia.id)

SAMARINDA, INDEKSMEDIA.ID – Tempias hujan akibat angin kencang mulai dirasakan langsung oleh pedagang Pasar Pagi Samarinda. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kenyamanan berjualan sekaligus mendorong Pemerintah Kota Samarinda melakukan evaluasi terhadap konsep pasar terbuka yang diterapkan pada bangunan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, mengungkapkan bahwa desain awal bangunan belum sepenuhnya mengakomodasi potensi cuaca ekstrem.

“Secara struktur, kami tidak menghitung posisi keadaan ketika hujan disertai angin besar,” ujar Desy, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, sisi kanan bangunan yang menghadap ke Jalan Pandai menjadi titik paling rentan karena tidak memiliki penghalang alami.

Akibatnya, angin dengan mudah mendorong air hujan masuk ke area pasar dan mengganggu aktivitas pedagang.

“Ketika angin kencang datang dari sisi kanan, tempias itu tidak bisa dihindari,” katanya.

Sebaliknya, pada sisi kiri bangunan, keberadaan bangunan lain di sekitarnya dinilai cukup efektif menahan hembusan angin dan limpasan air.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi teknis bagi PUPR untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih tepat.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi kami kepada tim teknis,” tambah Desy.

Sebagai solusi jangka menengah, PUPR membuka opsi penambahan kanopi atau atap tambahan. Namun, rencana tersebut masih mempertimbangkan aspek visual bangunan.

“Pasar Pagi ini ikon baru Samarinda. Jangan sampai solusi teknis justru merusak estetika,” jelasnya.

Dari sisi pedagang, Jufriansyah, pedagang konveksi Akbar Collection, berharap penanganan dilakukan secara resmi oleh pemerintah. Ia menilai penutupan permanen bukan pilihan ideal.

“Kalau ditutup total, aliran udara terganggu dan karakter pasar terbuka bisa hilang,” ujarnya.

Jufri mengusulkan sistem penutup fleksibel yang hanya digunakan saat cuaca ekstrem. Ia juga mengingatkan agar pedagang tidak mengambil inisiatif sendiri menggunakan material seadanya.

“Kalau pakai terpal sendiri-sendiri, tampilannya tidak bagus dan kualitas bangunan bisa menurun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!