INDEKS MEDIA KALTIM

Berita Hari Ini di Kalimantan Timur (Kaltim)

Pembinaan Usia Dini, Bhayangkara Cup Ajang Cari Bibit Atlet

admin - 20200 views

KUTIM,INDEKSMEDIA.ID – Upaya membangun prestasi sepak bola di Kutai Timur tidak lagi hanya dipandang dari sisi kompetisi semata. Pembinaan usia dini kini mulai diarahkan lebih luas, menyentuh aspek kesehatan, gizi, hingga pembentukan karakter anak.

Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, membuka Turnamen Sepak Bola Bhayangkara Cup U-10 dan U-12 yang digelar Polres Kutim di Stadion Kudungga, Sangatta, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Di hadapan peserta, orang tua, dan undangan, Wabup Kutim menekankan bahwa kualitas seorang atlet tidak lahir hanya dari latihan rutin di lapangan.

Menurutnya, fondasi utama justru dibangun sejak masa anak-anak melalui asupan gizi yang cukup dan perhatian terhadap tumbuh kembang.

Mantan Ketua DPRD Kutim itu mengaitkan hal tersebut dengan persoalan stunting yang masih menjadi perhatian nasional.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak bisa dilepaskan dari upaya jangka panjang menyiapkan generasi yang sehat dan mampu bersaing, termasuk di bidang olahraga.

“Gizi ini sangat menentukan. Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan memiliki postur yang mampu bersaing,” ujarnya.

Mahyunadi menilai, pembinaan atlet tidak akan optimal jika hanya bertumpu pada latihan teknis.

Diperlukan dukungan nutrisi, penguatan mental, serta kesempatan bertanding yang berkelanjutan agar potensi anak bisa berkembang maksimal.

Dia bahkan menyinggung contoh pesepak bola dunia Lionel Messi yang sempat mengalami gangguan pertumbuhan saat kecil, namun berhasil berkembang melalui penanganan medis dan pembinaan yang tepat.

Menurutnya, Kutai Timur memiliki peluang serupa jika proses pembinaan dilakukan secara serius dan konsisten sejak usia dini.

“Kalau bibit-bibit yang sudah terjaring ini kita tingkatkan gizinya, vitaminnya, dan pembinaannya secara maksimal, saya yakin akan lahir pemain-pemain yang mampu bersaing di level nasional,” katanya.

Selain soal aspek fisik, Mahyunadi juga mengungkapkan peran orang tua dalam mendukung proses pembinaan atlet muda. Dia mengingatkan perjalanan menjadi atlet berprestasi membutuhkan waktu panjang dan kedisiplinan tinggi.

Dia memahami kekhawatiran orang tua saat anak-anak bertanding di bawah kondisi yang tidak selalu nyaman.

Namun menurutnya, situasi tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental juara.

“Pedang yang tajam tidak lahir begitu saja. Besi harus ditempa dan dibakar terlebih dahulu,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan olahraga daerah, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana serta keterbukaan fasilitas untuk berbagai kegiatan kompetisi.

Mahyunadi juga mendorong agar Bhayangkara Cup tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan dapat digelar lebih sering guna memperbanyak jam terbang atlet muda.

“Kalau bisa ini menjadi agenda semesteran. Karena pembinaan atlet tidak cukup hanya latihan, mereka juga membutuhkan jam terbang dan pengalaman bertanding,” ujarnya.

Turnamen Bhayangkara Cup U-10 dan U-12 sendiri diikuti puluhan tim dari Kutai Timur dan Kalimantan Selatan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga difokuskan sebagai sarana pencarian bibit pemain serta pembentukan karakter sportivitas sejak usia dini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!